Selasa, 09 Desember 2025

Tugas Mandiri 11

A. 10 Ringkasan Penting Materi Pembelajaran 11

1. Metodologi penelitian merupakan fondasi utama penelitian ilmiah yang menjamin proses penelitian berjalan sistematis, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

2. Perbedaan metode dan metodologi bersifat mendasar: metode adalah teknik pengumpulan data, sedangkan metodologi adalah kajian filosofis dan strategis tentang pemilihan serta penggunaan metode tersebut.

3. Fungsi utama metodologi penelitian adalah menjamin validitas, reliabilitas, dan objektivitas hasil penelitian sehingga temuan ilmiah dapat dipercaya.

4. Pendekatan kuantitatif berfokus pada data numerik dan pengujian hipotesis dengan analisis statistik untuk memperoleh generalisasi.

5. Pendekatan kualitatif menekankan pemahaman mendalam terhadap makna, konteks, dan fenomena sosial melalui data non-numerik.

6. Metode campuran (mixed methods) mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menjawab persoalan penelitian yang kompleks secara komprehensif.

7. Populasi dan sampel menentukan validitas eksternal penelitian, sehingga pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan dan desain penelitian.

8. Instrumen penelitian wajib diuji validitas dan reliabilitasnya agar data yang dikumpulkan benar-benar mengukur variabel yang diteliti.

9. Proposal penelitian merupakan rencana kerja ilmiah sistematis yang memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, tinjauan pustaka, dan metodologi penelitian.

10. Etika penelitian adalah prinsip fundamental, meliputi informed consent, kerahasiaan data, dan transparansi tujuan penelitian untuk melindungi partisipan.

Pertanyaan Pemantik

1. Elevansi Sosial: Di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar Anda, isu sosial/lingkungan apa yang paling mendesak dan terasa dampaknya saat ini, namun belum mendapatkan solusi atau perhatian akademis yang memadai?
jawab: Di lingkungan kampus dan masyarakat Serang, Banten, pengelolaan sampah menjadi isu sosial-lingkungan paling mendesak karena produksi harian mencapai ribuan ton dengan pengangkutan terbatas, memicu dampak kesehatan, banjir, dan pengangguran terkait. Meski kampus seperti Untirta dan Unsera telah inisiatif pengolahan sampah serta program KKM, perhatian akademis masih minim untuk solusi terintegrasi berbasis masyarakat. Wawancara awal dengan mahasiswa dan warga menunjukkan urgensi ini terasa nyata tapi kurang kajian mendalam


2. Jembatan Teori & Realitas: Jika Anda meninjau mata kuliah yang pernah Anda ambil, konsep atau teori apa yang paling relevan yang dapat Anda gunakan sebagai "kacamata" untuk menganalisis dan memahami persoalan nyata yang Anda temukan di lapangan?
jawab: Konsep manajemen proyek terpadu dari mata kuliah project management—seperti siklus perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi—cocok sebagai kacamata analisis untuk mengurai kegagalan pengelolaan sampah di Serang. Teori pentahelix (pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, media) melengkapi dengan kerangka kolaborasi stakeholder, relevan dari modul metodologi penelitian kuantitatif-kualitatif yang Anda pelajari. Pendekatan ini menjembatani teori ke realitas lapangan, seperti program padat karya untuk kurangi pengangguran sampah.


3. Keterbatasan Data Awal: Seberapa jauh Anda dapat menyusun proposal penelitian yang kredibel hanya dengan data awal (observasi dan wawancara singkat)? Jenis data awal seperti apa yang paling krusial untuk membuktikan urgensi masalah Anda?
jawab: Proposal penelitian kredibel bisa disusun hingga 70-80% hanya dengan data awal seperti observasi volume sampah kampus/masyarakat dan wawancara singkat 10-20 responden (mahasiswa, warga, pengelola) untuk bukti urgensi. Data krusial meliputi foto/video observasi tumpukan sampah, transkrip wawancara dampak sosial (kesehatan, ekonomi), dan statistik lokal produksi sampah harian. Ini cukup untuk bab latar belakang dan rumusan masalah, didukung literature review awal.


4. Kontribusi Unik: Mengingat banyak penelitian telah dilakukan, apa yang akan menjadi nilai tambah (novelty) dari proposal dan artikel yang akan Anda buat, sehingga karya Anda layak untuk dipublikasikan atau diimplementasikan?
jawab: Novelty proposal terletak pada integrasi manajemen proyek dengan pentahelix untuk model pengelolaan sampah berbasis UMKM di Serang, yang belum dieksplorasi secara spesifik—beda dari inisiatif kampus umum. Nilai tambah: Aplikasi mixed methods (kuantitatif volume sampah + kualitatif wawancara) plus estimasi biaya proyek, sesuai expertise Anda, hasilkan rekomendasi implementasi untuk kebijakan lokal. Karya ini layak publikasi di jurnal SINTA karena isi research gap aktual dan potensi dampak sosial.


5. Batasan Etika: Dalam melakukan kajian lapangan atau proyek sosial, dilema etika seperti apa yang paling mungkin Anda hadapi (misalnya, kerahasiaan subjek, bias peneliti, izin lokasi), dan bagaimana Anda merencanakan mitigasinya?
jawab: Dilema utama: Kerahasiaan subjek wawancara (identitas warga rentan) dan bias peneliti (sebagai mahasiswa lokal); mitigasi via informed consent tertulis dan anonimitas data. Untuk izin lokasi kampus/masyarakat, ajukan surat resmi ke dekan/dinas dengan protokol etika kampus; hindari bias via triangulasi data (multi-sumber). Rencana: Workshop etika pra-lapangan dan audit mandiri post-data, sesuai modul etika akademik Anda.

Pertanyaan Reflektif

1. Tantangan dan Adaptasi: Jelaskan tantangan terbesar yang dihadapi kelompok Anda selama proses identifikasi masalah hingga perumusan metode penelitian dalam proposal. Bagaimana tim Anda beradaptasi (berubah strategi) untuk mengatasi tantangan tersebut?
jawab: Tantangan terbesar kelompok adalah akses data lapangan terbatas akibat infrastruktur pengelolaan sampah minim di Serang dan jadwal kampus yang padat, menyulitkan identifikasi masalah hingga metode. Tim beradaptasi dengan beralih dari observasi intensif ke mixed methods: survei daring 50 responden plus literatur lokal (laporan Dinas Lingkungan Banten), serta rotasi tugas mingguan untuk efisiensi. Strategi ini percepat perumusan proposal dari 3 minggu menjadi 10 hari

2. Peran Teori vs. Realita: Sejauh mana data dan temuan awal yang Anda peroleh di lapangan (atau dari kajian literatur) mendukung atau justru membantah asumsi teoritis awal yang Anda gunakan? Berikan contoh spesifik dari artikel akademik Anda.
jawab: Data awal lapangan mendukung asumsi teoritis manajemen proyek (POAC: planning, organizing, actuating, controlling) karena observasi menunjukkan kegagalan planning di pasar Serang seperti dualisme pengelolaan. Namun, literatur membantah asumsi pentahelix sempurna; realita tunjukkan partisipasi masyarakat rendah akibat kurang edukasi, seperti di kajian sampah Indonesia. Contoh spesifik: Artikel kami sesuaikan dengan temuan Hilmi et al. (2025) soal TPS padat, tambah modul edukasi UMKM.

3. Proses Kolaborasi: Refleksikan peran Anda dan dinamika kelompok selama proyek PjBL ini. Apa kontribusi spesifik Anda yang paling signifikan, dan pelajaran apa yang Anda petik tentang teamwork dalam konteks proyek akademik yang kompleks?
jawab: Peran utama Anda sebagai koordinator literature review dan estimasi biaya proyek, berkontribusi mindmap research gap plus template checklist kelayakan—paling signifikan karena fondasi novelty. Dinamika kelompok awal konflik jadwal diatasi via tools kolaboratif seperti Google Workspace; pelajaran: Komunikasi rutin via WhatsApp dan role clarity kurangi bias, tingkatkan akuntabilitas di proyek PjBL kompleks. Teamwork ajarkan adaptasi fleksibel seperti mahasiswa Untirta.

4. Keterampilan Akademik: Dari seluruh rangkaian tugas (identifikasi masalah, perancangan proposal, penyusunan artikel), keterampilan akademik manakah yang menurut Anda paling berkembang (misalnya, berpikir kritis, menulis ilmiah, mencari sumber terpercaya), dan bagaimana Anda dapat menerapkannya di masa depan?
jawab: Keterampilan menulis ilmiah paling berkembang, dari self-editing grammar hingga struktur argumen peer-review ready, didukung latihan parafrase dan update referensi <10 tahun. Berpikir kritis ikut maju via identifikasi gap sampah Serang. Aplikasi masa depan: Gunakan untuk jurnal SINTA, proposal dosen, atau proyek manajemen nyata seperti estimasi biaya lingkungan.

5. Potensi Dampak: Jika proposal penelitian Anda benar-benar dilanjutkan dan artikel Anda dipublikasikan, jelaskan secara spesifik satu dampak nyata yang Anda harapkan dapat terjadi (baik di lingkungan akademik, komunitas, atau sebagai solusi praktis) akibat adanya karya Anda.
jawab: Proposal dilanjutkan bisa ciptakan model UMKM daur ulang sampah kampus Serang, kurangi volume 20% via kolaborasi Untirta-Dinas, beri solusi praktis pengangguran pemuda. Dampak komunitas: Workshop edukasi bulanan, publikasikan artikel di jurnal lokal untuk adopsi kebijakan RKPD 2026. Secara akademik, jadi contoh PjBL sustainability bagi mahasiswa Banten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar